If I Were Rich

Beberapa bulan lalu di Facebook, gue nge-like page Let’s Adopt Indonesia! karena dikasih tau dari seorang teman yang tau bahwa gue sangat suka binatang. Lumayan kaget juga karena ternyata di Indonesia, tepatnya Jakarta, ada juga animal (mostly dogs and cats) shelter kayak di luar negeri gitu, dan aktif pula. Gue selalu berpendapat bahwa orang-orang Indonesia kurang sekali kepeduliannya terhadap binatang. Masih ingat kasus pembasmian anjing liar menjelang SEA Games 2011 yang diadakan di Palembang kemarin? Dimana perikebinatangannya? Di tambah lagi berita-berita pembantaian orangutan baru-baru ini. Walaupun gue bukan aktivis khusus binatang atau apapun itu, baca beritanya aja udah sakit hati setengah mati karena nggak bisa membantu apa-apa.

Karena itu gue seneng banget setelah nemu page Let’s Adopt Indonesia! dan segera setelah gue like, gue dapet banyak banget newsfeed mengenai anjing-anjing dan kucing liar yang butuh di adopsi. Beberapa dari mereka ada yang cacat dan luka-luka akibat dari perbuatan owner sebelumya yang tidak bertanggung jawab, tapi sisanya dalam keadaan sehat. Sedihnya adalah, gue nggak bisa mengadopsi anjing dan kucing tersebut karena, selain gue kuliah di luar negeri, keluarga gue bukan pencinta binatang seperti gue. Walaupun gue punya 1 anjing di rumah (tenang aja, Maxim dirawat dengan penuh kasih sayang di rumah walaupun gue di Brisbane :p), tapi orang tua gue melarang keras untuk punya 2 anjing atau lebih. Kadang gue suka iri sama teman-teman gue yang punya 3 atau 4 anjing di rumahnya karena orangtua nya juga penyayang binatang. Dan kadang gue cuma bisa mupeng ngeliatin newsfeed di Facebook gue yang isinya penuh dengan foto-foto anjing dan kucing yang mukanya minta di adopsi banget :(

Hal ini lah yang membuat gue suka bermimpi jadi orang kaya supaya bisa bikin animal shelter yang gede di Indonesia, supaya bisa menampung anjing-anjing dan kucing liar sebanyak-banyaknya for the sake of their welfare. This goal is listed on the first number on my bucket list (padahal nomor 2 dan nomor-nomor seterusnya belom tau apaan :p).

I love animals so much that I think they deserve the same welfare as us, humans. If you think animals don’t have feelings and thus killing them is ok, well, I think you don’t belong in this planet anymore. I suggest you should move to Mars or Pluto and make friends with aliens.

ndhee

Penyanyi Dadakan

Ok, mungkin gue udah pernah ngomongin hal ini sebelumnya tapi kali ini gue mau mengupas dari objek yang berbeda.

Gue tau sih HAMPIR semua orang lagi pada dilanda demam K-Pop: dari cewek sampe cowok, dari anak-anak sampe orang tua, dari pelajar sampe supir bajaj (gue gak tau sih supir bajaj dengerin SNSD apa enggak), dari yang ngomong bahasa inggris aja susah sampe tiba2 lancar nyanyi lagu korea hafal mati di luar kepala dengan pronunciation yang tepat (ada loh temen gue yang kayak gitu -__-), dan lain sebagainya. Terus kayaknya udah gak heran juga ya ngeliatin anak bangsa bikin-bikin grup band yang menyerupai band-band Korea sana, yang grup cowok ada, grup ceweknya juga gak kalah eksis. Dan gue pikir, oke lah sepasang band “Korea” jadi-jadian mungkin cukup ya untuk jadi lucu-lucuan.

Tapi, kemarin ini gue ceritanya lagi iseng-iseng buka Facebook teman gue yang ternyata menjalani profesi sebagai seorang model, sebut saja si A (doi cewek). Pas gue lagi liat-liat fotonya si A, ternyata dia bersama 3 atau 4 teman model lainnya sedang akan membentuk girl band. Dan ternyata, gue gak tau gimana caranya, udah banyak aja fans nya dari komen-komen fotonya. Tapi nggak cukup sampe disitu, semua orang menyamakan girl band si A ini setara dengan girl band-girl band di Korea sana. Kalo dilihat dari photo shoot girl band si A ini sih memang gaya mereka sedikit banyak kayaknya agak berusaha ngikutin girl band Korea gitu. tapi yang menjadi pikiran gue adalah…. Emang bisa dari dunia model langsung meluncur ke dunia tarik suara? Tanpa berusaha mengurangi rasa hormat yang ada, tapi apa mereka punya skill nya? Kalo cuma ngandelin tampang cantik dan figur tubuh yang semuanya emang pada kutilang (kurus tinggi langsing), ya mendingan mereka tetep jalan di catwalk aja sana gak usah ikut-ikutan terjun ke dunia musik. Kalo memang musik negeri mau maju, ya sudah sepantasnya stop bikin-bikin band kualitas rendah, apalagi sampe fotokopi band negeri orang. Yang namanya musik itu untuk di dengar, bukan untuk dilihat. Jadi, mau sebagus apapun tampang penyanyinya tapi kalo suaranya gak berkualitas, ya mending gak usah maksain diri untuk nyanyi. Ya kan?

PS: As I was about to click the “submit” button for this post, I just saw another (male) model friend of mine yang ternyata juga akan membuat grup band bersama teman-teman modelnya. Lagi nge-tren kali ya model jadi penyanyi dadakan? Ya gue cuma bisa berharap mereka semua memiliki skill yang sama bagusnya dengan parasnya :D

(FYI, I don’t hate K-Pop bands. In fact, I know some of them have a really good voice and they are just blessed with pretty faces as a plus.)

ndhee

Muka Dua

 

Sebagai seseorang yang berzodiak Gemini, jujur aja gue mengakui bahwa Gemini itu terkenal dengan sifat nya yang two-faced alias bermuka dua. Gue juga nggak memungkiri kalo gue terkadang bisa bermuka dua terhadap seseorang, khususnya seseorang  yang gak disuka: Bertindak super manis di depannya, padahal di belakangnya ngomongin segala macem.

 

Tapi, kalo kita mau membuka pikiran sedikit dan melihat dari segi lebih positifnya, bermuka dua itu kadang diperlukan di saat-saat tertentu. Bukan dengan maksud untuk menjelekkan seseorang di belakang, tapi lebih kepada menjaga perasaan seseorang dari public humility.

 

Pernah nggak punya teman yang sebenarnya jelas-jelas gak disukain sama semua orang tapi kita nggak mau menimpali kejelekkannya lebih jauh (dengan alasan kasihan atau nggak mau nambah dosa), instead kita bersikap (sok) baik di depan dia walaupun di belakangnya kita meng-iyakan sifat-sifat buruknya yang udah terkenal ke seluruh penjuru? Ya kira-kira kayak gitu. Mungkin lo nggak ngerti gimana rasanya dipermalukan di depan orang-orang kalo lo belum ngerasain, but if you did feel it in the first place, then trust me you don’t want that to happen to other people (kecuali kalo mau bales dendam hahahaha).

 

Jadi, jangan melulu memandang sifat muka dua sebagai sesuatu yang melulu negatif konotasinya. Yuk, mari kita sama-sama jaga perasaan orang lain jangan sampai mereka merasakan yang namanya public humility, cause it hurts as hell.

 

And for someone who just publicly humiliate me twice this week, quoting from Mr. Cee-Lo Green himself:

 

Although there’s pain in my chest, but I still wish you the best with a ‘f*ck you’ :)

 

ndhee :D

Goodbye, Indonesia

So, in a couple of hours, I’m leaving Indonesia for Brisbane, Australia for the sake of my education needs.

You know how I always rambled about being bored in Indonesia and wanted a new environment and people so bad… Well, those things are vanished in a snap when the time has come. Tiba-tiba jadi gak mau berangkat kemana-mana, pengen stuck di sini aja. Berat ya ternyata rasanya untuk ninggalin orang-orang tersayang, apalagi ninggalin anjing yang paling gue cintai, Maxim :’(

But you know, we grow up, things change, and people move on. So I gotta get over this sadness and move on to better things ahead.

Though I’m moving to another country, doesn’t mean that I’m going to stop writing blog. Justru akan ada banyak cerita yang bisa gue tulis di sini, selama gue gak sibuk aja sih hahaha

Semoga dengan menuntut ilmu di negeri lain bisa membuat gue lebih mandiri dan memiliki lebih banyak pengalaman hidup untuk di share ke semua orang. Wish me luck guys! :)

 

ndhee :D

Finally…

HELLO!

How are you? :)

I know I haven’t write for a long time due to the final exams and I gotta work extra hard on this. This semester’s final exams will determine whether I’m going to Australia this year or not. Especially Microeconomics, which I’m not very good at. I’m crazily scared for Microeconomics because it’s insanely hard (well, for me it is). But you know what? I PASSED MICROECONOMICS (although only a “C”, but hey, I passed that ridiculously hard subject!) . The point is, I passed all the subjects, therefore it’s safe to say that I’m going to Australia this year, this July :)

When I saw my Micro’s score, you have no idea how loud did I scream! I felt like crying out loud for the sake of happiness! But then, thinking about leaving this country, leaving my friends, I can’t help but feel so sad. But this is my dream, I know this is what I want all along, to study abroad and meeting new people from around the world.

Thank you God for Your blessings and for the opportunity You gave me.

And I want to thank you for whoever prayed for me so I can get through this dilemma and anxiety. Your prayers work like a charm! :D

No, I’m not lucky. I’m blessed, yes!

- Nicki Minaj, “Moment For Life”

PS: I’m a little bit pissed and dissatisfied with my last GPA score. I can’t reach the best score because I have to deal with subjects that I don’t like such as Micro, Macro, Math, etc which contribute bad scores and finally downgrades my GPA. and this GPA is the final GPA of my studies in UI. So, I’m a bit disappointed. But, I will work my ass off in UQ though, since it’s my favorite subject (hopefully ALL of them), I gotta reach the best GPA. Wish me luck! :)

ndhee

Self Confidence

I found this on Tumblr:

Whenever I see a pretty girl, I feel so intimidated. It’s like whenever I think I look decent or okay, I come across a pretty girl in a picture or a pretty friend and I just immediately fall into the assumption that I would never measure up to that kind of “pretty.” It’s like I can never be enough because there will always be someone prettier and better.

This is actually so me. I ALWAYS feel this way whenever pretty girls are around me or my friend is prettier than me. It’s not jealousy, it’s more of a “low self confidence attack” all of a sudden. Saking parahnya, gue suka ngerasa kayaknya gue buruk rupa banget kalo dikelilingi orang-orang cantik, malah suka ngerasa kayaknya muka gue kayak babu. I don’t get it. It seems like I have this high self confidence, but actually I am not. And I’m pissed at myself :(

 

ndhee

4 Years of Blogging

Setelah mengganti themes blog gue, yang mana sekarang jadi unyu bangeeeeet (ya kaaaaan???), iseng-iseng gue mengamat-amati semua isi blog gue. Hingga pada akhirnya sampai lah di kolom “Archive” di sebelah kanan ini. Wow, ternyata gue udah nge blog hampir 4 tahun lamanya (September 2007). And I was like, damn, bisa juga gue menjadi seorang yang amat konsisten di bidang yang gue suka (jujur aja gue orangnya setengah-setengah banget dari dulu: les piano gak tamat, les nyanyi sebulan langsung cabut, les tenis gak bisa-bisa, dll). Karena, beberapa temen nge blog gue banyak banget yang kayaknya udah pada jenuh nge blog dan pada akhirnya blog mereka gak pernah keurus lagi.

 

Jujur aja, blog ini udah kayak “tong sampah ber filter” buat gue. kenapa harus ber filter? karena nggak semua curhatan pribadi gue tulis di sini. this blog is like my second diary which I get to share with everybody. sadar atau enggak, blog ini juga berfungsi untuk menyalurkan perasaan-perasaan yang gak bisa gue ungkapin ke orang secara langsung. kalo gak pribadi-pribadi amat, ya masih bisa lah gue tulis di sini.

 

For me, blogging is a learning process. Believe it or not, I learnt a lot by blogging. Bukan cuma belajar tentang pengetahuan-pengetahuan yang di dapet dari blog orang lain, tapi gue belajar gimana cara nge blog yang baik dan aman. Kalo lagi nganggur berat dan gak ada kerjaan (dan lagi pengen ketawa sekaligus ngata-ngatain orang), boleh sekali-sekali di baca archive-archive lama saya. Di situ lo akan melihat betapa berbeda gaya menulis gue yang dulu dan yang sekarang. Selama 4 tahun nge blog, gue belajar bahwa asal sebut nama orang di blog itu nggak sopan. Gue belajar gimana cara menyalurkan amarah ke menulis dan gimana cara mem-filter nya. Juga gue belajar gimana cara menulis topik yang baik yang gak melulu tentang kehidupan gue sendiri. Sekarang, gue cenderung lebih suka nulis tentang fenomena-fenomena sosial yang terjadi di sekeliling lingkungan gue sendiri (walaupun idenya sering macet), karena ternyata gue suka mengamati tingkah laku orang-orang tanpa gue sadari.

 

But overall, I write for fun. I enjoy writing so far. Walaupun nulisnya asal-asalan, tapi ternyata nge blog udah menjadi bagian dari hidup gue (hmm sounds a bit lebay). Anyway, melihat post-post yang udah gue tulis selama 4 tahun ini, gue jadi kepikiran mau terus nge blog sampe gue kawin (AMIN) dan punya anak, terus ntar blognya mau gue kasih liat ke anak-cucu biar mereka bisa ketawa-ketiwi, ngata-ngatain tulisan gue hahahaha dan juga biar gue gak usah capek-capek ngoceh ceritain pengalaman-pengalaman gue yang seru-seru karena secara nggak langsung, gue udah nulis biografi diri gue sendiri melalui blog gue ini. ya itung-itung mereka ngoprek-ngoprek diary gue lah hahahaha. apalagi sebentar lagi gue bakalan cabut ke negeri orang (AMIN), bakalan banyak (mudah-mudahan) pengalaman-pengalaman seru menunggu untuk ditulis.

 

sekian dulu ya perenungannya hari ini. ;)

 

ndhee :D

Stupidity

Tell me how stupid it is to feel down and lost all that wall of confidence just because you failed to impress the boy that you like, even you know that boy doesn’t like you back?

 

Yes, very stupid.

 

and I’m not gonna let that feeling happens to me again. EVER.

 

ndhee

Trust

Being betrayed by someone you really love the most is the most painful thing in the whole world. It’s like now you don’t have anyone to trust to. It’s traumatic too.

 

TRUST: Years to earn, seconds to break.

 

ndhee