
Sebagai seseorang yang berzodiak Gemini, jujur aja gue mengakui bahwa Gemini itu terkenal dengan sifat nya yang two-faced alias bermuka dua. Gue juga nggak memungkiri kalo gue terkadang bisa bermuka dua terhadap seseorang, khususnya seseorang yang gak disuka: Bertindak super manis di depannya, padahal di belakangnya ngomongin segala macem.
Tapi, kalo kita mau membuka pikiran sedikit dan melihat dari segi lebih positifnya, bermuka dua itu kadang diperlukan di saat-saat tertentu. Bukan dengan maksud untuk menjelekkan seseorang di belakang, tapi lebih kepada menjaga perasaan seseorang dari public humility.
Pernah nggak punya teman yang sebenarnya jelas-jelas gak disukain sama semua orang tapi kita nggak mau menimpali kejelekkannya lebih jauh (dengan alasan kasihan atau nggak mau nambah dosa), instead kita bersikap (sok) baik di depan dia walaupun di belakangnya kita meng-iyakan sifat-sifat buruknya yang udah terkenal ke seluruh penjuru? Ya kira-kira kayak gitu. Mungkin lo nggak ngerti gimana rasanya dipermalukan di depan orang-orang kalo lo belum ngerasain, but if you did feel it in the first place, then trust me you don’t want that to happen to other people (kecuali kalo mau bales dendam hahahaha).
Jadi, jangan melulu memandang sifat muka dua sebagai sesuatu yang melulu negatif konotasinya. Yuk, mari kita sama-sama jaga perasaan orang lain jangan sampai mereka merasakan yang namanya public humility, cause it hurts as hell.
And for someone who just publicly humiliate me twice this week, quoting from Mr. Cee-Lo Green himself:
Although there’s pain in my chest, but I still wish you the best with a ‘f*ck you’
ndhee