Jujur aja, sebenernya gue gak pernah mau nonton film Hachiko ini, karena gue paling nggak bisa nonton film sedih PLUS yang bertemakan binatang (terutama anjing). Tapi akhirnya gue nonton juga karena gue lagi nganggur berat dan cuma ada film ini di laptop gue. Dengan modal segala niat, keberanian, dan tissue sekotak, akhirnya gue tonton juga lah film ini.
Gila ya, this is the most tear-jerking movie I have ever watched in my entire life. Mulai dari adegan si Richard Gere meninggal karena serangan jantung sampe film nya selesai, gue non stop nangis sesenggukan (iya, bukan cuma nangis diem-diem gitu, tapi bener-bener nangis tersedu-sedu kayak orang ditinggal mati). Kata temen2 gue via twitter “pasti banjir air mata deh lo nonton film itu.” Beh, bukannya banjir lagi, udah air bah kali nih air mata keluarnya gak berenti2. See, that’s why I don’t want to watch this movie in the first place.
Menurut gue, film mellow yang diperankan oleh manusia sama binatang tuh beda lho. kalo manusia kan yaaaaa yaudah lah ya udah biasa. tapi kalo binatang yang mainin film nya tuh kayaknya lebih klimaks aja sedihnya, secara binatang kan innocent gitu lho, sekalinya setia mereka bener-bener setia tanpa ada embel-embel sebaliknya. bonusnya adalah tampang-tampang super cute mereka. Hachiko tuh dapet banget semuanya: udah setia, jenis anjingnya (anjing Akita) super gemesin pula. Makin lah air mata berlinang-linang. Kasiaaaaaaaaaaaan :”””(
I’m basically a (hardcore) dog lover type of person. I like every single type of dog, whether it’s pretty or ugly. That’s why I cried really hard when I was about to leave Maxim (my dog) for Brisbane. Why cry over a dog rather than my family or friends? Karena menurut gue, keluarga dan teman-teman gue kan manusia, mereka bisa dong mengurus diri masing-masing tanpa gue, ya nggak? Sedangkan anjing kan harus diurusin, apalagi anjing gue yang biasa ngurusin dia sehari-hari tuh gue, makanya berat banget ninggalinnya. Dan nonton Hachiko selagi jauh dari rumah ternyata bukan pilihan yang tepat karena hal itu cuma membuat gue makin kangen anjing gue.
Setelah nonton film ini, gue jadi kepikiran 2 hal:
1. Gue harus menambahkan kategori “dog lover” di list kriteria calon pacar (calon suami juga sih hihihi), and this one is COMPULSORY. Karena gue bercita-cita setelah menikah (amin) akan mempunyai, at least 1 ekor anjing besar (golden retriever, shiba inu, or siberian husky) sebagai family dog.
2. Untuk orang-orang yang nggak nangis, or at least gak tersentuh nonton Hachiko, fix gak usah bertemen sama gue. Kthxbai.













